Kamis, 31 Januari 2013
Senin, 14 Januari 2013
Sejarah Perkembangan Agama Islam di Banten
Ø SEJARAH ISLAM MASUK KE BANTEN - SEBELUM ISLAM
BERKEMBANG DI BANTEN
Sebelum Agama Islam
berkembang di Banten, masyarakat Banten masih hidup dalam tata cara kehidupan
tradisi prasejarah dan dalam abad-abad permulaan masehi ketika agama Hindu
berkembang di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari peninggalan purbakala dalam
bentuk prasasti arca-arca yang bersifat Hiduistik dan banguan keagamaan
lainnya. Sumber naskah kuno dari masa pra Islam menyebutkan tentang kehidupan
masyarakat yang menganut Hindu. Sekitar permulaan abad ke 16, di daerah pesisir
Banten sudah ada sekelompok masyarakat yang menganut agama Islam. Penyebarannya
dilakukan oleh salah seorang pemimpin Islam yang dikenal sebagai wali berasal
dari Cirebon yakni Sunan Gunung Jati dan kemudian dilanjutkan oleh putranya
Maulana Hasanudidin untuk menyebarkan secara perlahan-lahan ajaran agama Islam
daerah Banten.
Banten adalah salah satu pusat perkembangan
Islam, karena Banten
mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Islam, khususnya di daerah Jakarta dan Jawa Barat. Dikarenakan letak geografisnya yang sangat strategis sebagai kota pelabuhan. Di Banten telah berdiri satu kerajaan Islam yang lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten.
mempunyai peranan penting dalam tumbuh dan berkembangnya Islam, khususnya di daerah Jakarta dan Jawa Barat. Dikarenakan letak geografisnya yang sangat strategis sebagai kota pelabuhan. Di Banten telah berdiri satu kerajaan Islam yang lebih dikenal oleh masyarakat Banten dan sekitarnya dengan sebutan Kesultanan Banten.
Peninggalan
sejarah yang amat berharga ini namaknya akan selalu menarik untuk diteliti dan
dikaji terutama dikalangan sejarawan dan para ilmuan. Disamping karena
pertumbuhan dan perkembangan Islam di Banten yang menarik, ternyata sejarah
Islam di Banten belum banyak diteliti secara tuntas sehingga masih banyak
hal-hal yang penting yang perlu diteliti dan dipelajari secara lebih mendalam.
Ø
KEADAAN BANTEN PRA ISLAM
Daerah Banten memiliki
beberapa data arkeologi dan sejarah dari masa sebelum Islam masuk ke daerah
ini, sumber data arkeologi menujukan bahwa sebelum Islam masyarakat Banten
hidup pada masa tradisi prasejarah dan tradisi Hindu-Buddha. Tradisi prasejarah
ditandai oleh adanya alat-alat kehidupan sehari-hari dan kepercayaan yang
mereka anut, demikian pula dengan masa kehidupan Hindu dan Buddha ditandai oleh
peninggalan Hindu masa itu berupa prasasti arca Nandi dan benda-benda arkeologi
lainnya, serta naskah-naskah kuno yang mencatat keterangan tentang kehidupan
masyarakat pada masa itu.
Selain itu di Banten terdapat sisa-sisa
kebudayaan megalitik tua (4500 SM hingga awal masehi) seperti menhir di lereng
gunung Karang di Padeglang, dolmen dan patung-patung simbolis dari desa
Sanghiang Dengdek di Menes, kubur tempayan di Anyer, kapak batu di Cigeulis,
batu bergores di Ciderasi desa Palanyar Cimanuk, dan lain sebagainya.
(Sukendar;1976:1-6) Penggunaan alat-alat kebutuhan yang dibuat dari perunggu
yang terkenal dengan kebudayaan Dong Son (500-300 SM) juga mempengaruhi
penduduk Banten.
Hal ini terlihat dengan
ditemukannya kapak corong terbuat dari perunggu di daerah Pamarayan, Kopo
Pandeglang, Cikupa, Cipari dan Babakan Tanggerang.
Selain bukti arkeologi berupa arca Siwa dan Ganesha ini belum ada lagi data sejarah yang cukup kuat untuk menunjang keberadaan kerajaan Salakanagara ini yang lebih jelas, adapun prasasti Munjul yang ditemukan terletak disungai Cidanghiang, Lebak Munjul Pandegalng adalah prasasti yang bertuliskan Pallawa dengan bahasa Sangsekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman, ini berarti bahwa daerah kekuasaan Tarumanegara sampai juga ke daerah Banten, karena kerajaan Tarumanegara pada masa itu berada dalam keadaan makmur dan jaya.
Pada awal abad ke XVI, di Banten yang berkuasa adalah Prabu Pucuk Umun, dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang sedangkan Banten Lama hanyalah berfungsi sebagai pelabuhan saja. (Ambary;1982:2) Untuk menghubungkan antara Banten Girang dengan pelabuhan Banten, dipakai jalur sungai Cibanten yang pada waktu itu masih dapat dilayari. (Ayathrohaedi;1979:37) Tapi disamping itu pula masih ada jalan darat yang dapat dilalui yaitu melalui jalan Kelapa Dua. (Hoesein;1983:124)
Untuk selanjutnya keadaan Banten pada abad ke VII samapi dengan abad ke XIII, kita tidak mendapatkan keterangan yang menyakinkan, hal ini disebabkan karena data yang diperoleh para akhli belum lengkap.
Selain bukti arkeologi berupa arca Siwa dan Ganesha ini belum ada lagi data sejarah yang cukup kuat untuk menunjang keberadaan kerajaan Salakanagara ini yang lebih jelas, adapun prasasti Munjul yang ditemukan terletak disungai Cidanghiang, Lebak Munjul Pandegalng adalah prasasti yang bertuliskan Pallawa dengan bahasa Sangsekerta menyatakan bahwa raja yang berkuasa di daerah ini adalah Purnawarman, ini berarti bahwa daerah kekuasaan Tarumanegara sampai juga ke daerah Banten, karena kerajaan Tarumanegara pada masa itu berada dalam keadaan makmur dan jaya.
Pada awal abad ke XVI, di Banten yang berkuasa adalah Prabu Pucuk Umun, dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang sedangkan Banten Lama hanyalah berfungsi sebagai pelabuhan saja. (Ambary;1982:2) Untuk menghubungkan antara Banten Girang dengan pelabuhan Banten, dipakai jalur sungai Cibanten yang pada waktu itu masih dapat dilayari. (Ayathrohaedi;1979:37) Tapi disamping itu pula masih ada jalan darat yang dapat dilalui yaitu melalui jalan Kelapa Dua. (Hoesein;1983:124)
Untuk selanjutnya keadaan Banten pada abad ke VII samapi dengan abad ke XIII, kita tidak mendapatkan keterangan yang menyakinkan, hal ini disebabkan karena data yang diperoleh para akhli belum lengkap.
Ø SEJARAH
PERKEMBANGAN ISLAM DI BANTEN
![]() |
| BANTEN |
Sultan Maulana Hasanuddin sangatlah berpengaruh
dalam penyebaran Islam di Banten, karna beliau adalah seorang Sultan yg pertama
kali menjadi penguasa di kerajaan Islam di Banten, beliau mendirikan Kseultanan
Banten, bahkan beliau mendapatkan gelar Pangeran Sabakingking atau Seda Kikin, gelar tersebut di
persembahkan dari kakeknya yaitu Prabu Surasowan pada masa itu Prabu Surasowan menjabat menjadi Bupati di Banten
Sultan Maulana Hasanuddin adalah putera dari
Syaikh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Djati) dan Nyi Kawunganten (Putri Prabu Surasowan), beliau adalah seorang
sultan yg mengerti akan ekonomi dan politik.
Prabu
Surasowan wafat, namun kini pemerintahan banten di wariskan kepada anaknya,
yakni Arya Surajaya (Prabu Pucuk Umun), di
mana pada masa itu Arya Surajaya menganut Agama Hindu, pada pemerintahan Arya Surajaya, Syarif Hidayatullah
kembali ke Cirebon atas panggilan dari kepengurusan Bupati di Cirebon, karna
Pangeran Cakrabuana wafat, Lalu Syarif Hidayatullah di angkat menjadi Bupati di
Cirebon sekaligus menjadi Susuhanan Jati. Sedangkan puteranya, Hasanuddin
memilih menjadi Guru Agama Islam di Banten, bahkan beliau di kenal memiliki
banyak Santri di wilayah Banten, lalu beliau mendapatkan gelar Syaikh menjadi
Syaikh Hasanuddin.
Meskipun
beliau menetap di Banten, namun beliau tetap menjenguk sang Ayah di Cirebon
untuk bersilahturahmi, setelah sering bersilahturahmi, beliau mendapatkan tugas
dari Ayahnya untuk meneruskan Tugas Sang Ayah yakni menyebarkan Agama Islam di
Banten.
“Putraku, Hasanuddin! Kini Engkau sudah dewasa.
Pengetahuan agamamu pun sudah cukup mumpuni. Saatnya pengetahuan itu kau
sebarkan kepada seluruh rakyat Banten,” ujar Syekh Syarif Hidayatullah.
“Baik, Ayah,” jawab Pangeran Hasanuddin seraya
berpamitan kembali ke Banten.
Setiba di Banten, Syaikh
Maulana Hasanuddin melanjutkan misi dakwah ayahnya. Bersama para santrinya,
beliau berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya, mulai dari Gunung
Pulosari, Gunung Karang atau Gunung Lor, hingga ke Pulau Panaitan di Ujung
Kulon.
Pada masa
pemerintahan Prabu Pucuk Umun, hubungan antara Prabu Pucuk Umun dan Sultan
Maulana Hasanuddin sangatlah buruk yang tidak di pahami oleh Masyarakat, Prabu
Pucuk Umun tetap bersih Kukuh untuk mempertahankan Ajaran Sunda Wiwitan (agama
Hindu sebagai agama resmi di Pajajaran) di Banten, namun tidak sedemikian
dengan Syaikh Maulan Hasanuddin, beliau terus melanjutkan Dakwahnya dengan
Lancar.
Namun
pada masa itu Prabu Pucuk Umun menantang Syaikh Maulana Hasanuddin untuk
berperang, namun bukan berperang untuk duel, namun beradu Ayam, karna jika
berperang secara duel akan menimbulkan korban yg banyak, itulah alasan Prabu
Pucuk Umun mengapa berperang beradu ayam karna tidak ingin menimbulkan banyak
korban.
“Wahai, Mualana Hasanuddin. Jika kamu ingin
menyebarkan Islam di daerah Banten, kalahkan dulu ayam jagoku! Jika kamu
berhasil memenangkan pertarungan ini, jabatanku sebagai Bupati Banten Girang
akan kuserahkan kepadamu. Tapi ingat, jika kamu yang kalah, maka kamu harus
menghentikan dakwahmu itu,” kata Prabu Pucuk Umum.
“Baiklah, kalau itu yang Prabu inginkan. Hamba
menerima tantangan itu,” jawab Maulana Hasanuddin.
Prabu Pucuk Umun memilih
tempat adu kesaktian Ayam di Lereng Gunung Karang, karna di anggap sebagai
tempat yang netral, pada waktu yang di tentukan Kedua Pihak pun beramai-ramai
mendatangi lokasi, Prabu Pucuk Umun dan Syaikh Maulana Hasanuddin tidak hanya
membawa Ayam Jago saja melainkan membawa Pasukan untuk meramaikan dan
menyaksikan pertarungan tersebut, bahkan pasukan satu sama lain membawa
senjata, karna untuk menghadapi berbagai kemungkinan, Prabu Pucuk Umun membawa
Golok yang terselip di pinggangnya dan Tombak yang di genggamnya, namun Syaikh
Maulana Hasanuddin hanya membawa sebilah Keris Pusaka milik Ayahnya yakni Sunan
Gunung Djati yang di warisi kepada Syaikh Maulana Hasanuddin.
Setiba di
arena pertarungan, Prabu Pucuk Umun mengambil tempat di tepi utara arena dengan
mengenakan pakaian hitam-hitam, rambut gondrong sampai leher, dan mengenakan
ikat kepala. Sementara itu, Syaikh Maulana Hasanuddin tampak berdiri di sisi
selatan arena dengan mengenakan jubah dan sorban putih di kepala.
Sebelum
pertarungan dimulai, kedua ayam jago dibawa ke tengah arena. Kedua ayam jago
tersebut masih berada di dalam kandang anyaman bambu. Ayam jago milik Prabu
Pucuk Umun telah diberi ajian otot kawat tulang besi dan di kedua tajinya dipasangi keris berbisa. Sementara ayam milik
Maulana Hasanuddin tidak dipasangi
senjata apapun,
tapi tubuhnya kebal terhadap senjata tajam. Ayam itu telah dimandikan dengan
air sumur Masjid Agung Banten. Pada saat ayam itu dimandikan, dibacakan pula
ayat-ayat suci Alquran.
Konon, ayam jago milik
Maulana Hasanuddin adalah penjelmaan salah seorang pengawal sekaligus
penasehatnya yang bernama Syekh Muhammad Saleh. Ia adalah murid Sunan Ampel dan tinggal di Gunung Santri di
Bojonegara, Serang. Karena ketinggian ilmunya dan atas kehendak Allah, ia
mengubah dirinya menjadi ayam jago.
Akhirnya
pertarungan tersebut di mulai, dari kedua belah pihak saling memberikan
semangat kepada jagoannya masig-masing.
Tiba-tiba
ayam jago Pucuk Umun jatuh terkulai di tanah dan meregang nyawa. Rupanya ayam
jago itu terkena tendangan keras ayam jago Maulana Hasanuddin. Para pendukung
Pucuk Umun pun menjadi bungkam, sedangkan pendukung Syaikh Maulana Hasanuddin
melompat kegirangan sambil meneriakkan:
“Allahu Akbar! Hidup Syaikh Maulana Hasanuddin!
Hidup Syariat Islam!”
Akhirnya, Syaikh Maulana
Hasanuddin memenangkan pertandingan adu ayam itu. Prabu Pucuk Umun pun mengaku
kalah. Ia kemudian mendekati Maulana Hasanuddin untuk memberi ucapan selamat
seraya menyerahkan golok dan tombaknya sebagai tanda pengakuan atas
kekalahannya. Penyerahan kedua senjata pusaka juga berarti penyerahan
kekuasaannya kepada Maulana Hasanuddin atas Banten Girang.
“Selamat, Maulana Hasanuddin! Sesuai dengan
kesepakatan kita, maka kini engkau bebas melakukan dakwah Islam sekaligus
menjadi penguasa di Banten Girang,” ujar Prabu Pucuk Umun.
Setelah itu, Prabu Pucuk
Umun berpamitan. Ia bersama beberapa pengikutnya kemudian mengungsi ke Banten
Selatan, tepatnya di Ujung Kulon atau ujung barat Pulau Jawa. Mereka bermukim
di hulu Sungai Ciujung, di sekitar wilayah Gunung Kendeng. Atas perintah Prabu
Pucuk Umun, para pengikutnya diharapkan untuk menjaga dan mengelola kawasan
yang berhutan lebat itu. Konon, merekalah cikal bakal orang Kanekes yang kini
dikenal sebagai suku Baduy.
Sedangkan
para pengikut Prabu Pucuk Umun yang terdiri dari pendeta dan punggawa Kerajaan
Pajajaran menyatakan masuk Islam di hadapan Syaikh Maulana Hasanuddin. Dengan
demikian, semakin muluslah jalan bagi Syaikh Maulana Hasanuddin dalam
menyebarkan dakwah Islam di Banten. Atas keberhasilan tersebut, ia kemudian diangkat
oleh Sultan Demak sebagai Bupati Kadipaten Banten. Pusat pemerintahan semula di
Banten Girang dipindahkan ke Banten Lor (Surosowan) yang terletak di pesisir
utara Pulau Jawa.
Selanjutnya,
karena keberhasilannya memimpin daerah itu dengan membawa kemajuan yang pesat
di berbagai bidang, Kadipaten Banten kemudian diubah menjadi negara bagian
Demak atau Kesultanan Banten dengan tetap mempertahankan Maulana Hasanuddin
sebagai sultan pertama.
Pada
tahun 1526 M Banten Pasisir berhasil direbut oleh Panglima Fadillah Khan dan
pasukannya, Hasanudin diangkat menjadi Bupati Banten Pasisir, pada usia 48
tahun. Konon ketika terjadi huru hara, Hasanudin dibantu oleh beberapa
pasukannya dari Banten Girang. Kelak dikemudian hari Banten Girang
menggabungkan diri dengan wilayah Banten Pesisir, sehingga praktis Hasanudin
menjadi penguasa Banten Pasisir dan Banten Girang. Hampir semua penduduk Banten
beralih agama menganut Islam. Ia bernama nobat Panembahan Hasanudin.
Untuk memperkuat posisi pemerintahannya,
Hasanudin membangun wilayah tersebut sebagai pusat pemerintahan dan
administratif. Ia pun mendirikan istana yang megah yang didberi nama Keraton
Surasowan, mengambil nama kakeknya (Surasowan) yang sangat menyayanginya. Nama
Keraton tersebut akhirnya berkembang menjadi nama kerajaan. Berita ini
diabadikan didalam prasasti tembaga berhuruf Arab yang dibuat oleh Sultan Abdul
Nazar (1671-1687), nama resmi kerajaan Islam di Banten adalah Negeri Surasowan.
Pada tahun 1568 M Susuhunan Jati Wafat, kemudian Penembahan Hasanuddin memproklamirkan Surasowan sebagai Negara yang merdeka, lepas dan kekuasaan Cirebon. Panembahan Hasanuddin menikah dengan puteri Indrapura, kemudian memperoleh putera, bernama Maulana Yusuf. Kelak Maulana Yusuf menggantikan posisinya sebagai penguasa Banten.
Selain Maulana Yusuf, Panembahan Hasanudin dari istrinya yang kedua, yakni Ratu Ayu Kirana (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak) yang juga sering disebut Ratu Mas Purnamasidi, Panembahan Hasanudin memperoleh putera, diantaranya Ratu Winahon, kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta), dan Pangeran Arya, yang diangkat anak oleh bibinya, Ratu Kalinyamat, kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Jepara.
Pada tahun 1568 M Susuhunan Jati Wafat, kemudian Penembahan Hasanuddin memproklamirkan Surasowan sebagai Negara yang merdeka, lepas dan kekuasaan Cirebon. Panembahan Hasanuddin menikah dengan puteri Indrapura, kemudian memperoleh putera, bernama Maulana Yusuf. Kelak Maulana Yusuf menggantikan posisinya sebagai penguasa Banten.
Selain Maulana Yusuf, Panembahan Hasanudin dari istrinya yang kedua, yakni Ratu Ayu Kirana (puteri sulung Raden Patah Sultan Demak) yang juga sering disebut Ratu Mas Purnamasidi, Panembahan Hasanudin memperoleh putera, diantaranya Ratu Winahon, kelak menjadi isteri Tubagus Angke Bupati Jayakarta (Jakarta), dan Pangeran Arya, yang diangkat anak oleh bibinya, Ratu Kalinyamat, kemudian ia dikenal sebagai Pangeran Jepara.
Kini Banten telah di akui di berbagai wilayah
bahkan sampai ke daerah eropa maupun asia, banten juga sempat di sebut sebagai
Amsterdam karna banten adalah pusat perdangan terbesar, banten juga terkenal
akan kebudayaannya yang mencolok classic sangat mengundang para tamu untuk
melihatnya.
Selasa, 08 Januari 2013
Syekh Maulana Mansyuruddin Cikadueun – Pandeglang
PANDEGLANG, Bila anak bangsa sudah mulai melupakan sejarahnya, maka hilanglah kebesaran generasi bangsanya. Manusia adalah makhluk pelupa. Kemarin seharusnya menjadi sejarah hari ini. Hari ini menjadi sejarah esok hari. Dan esok menjadi sejarah untuk lusa yang lebih baik. Begitu seterusnya tiada berkesudahan. Tapi ternyata tidak berlaku untuk manusia-manusia pelupa. Fakta-fakta sejarah yang menunjukkan betapa signifikannya peran-peran Ulama dan Santri. Para Ulama dan Santri sudah memperhatikan sejarah mereka di esok hari. Tinggal kita sekarang, apakah akan melanjutkannya atau tetap nyaman menjadi manusia-manusia amnesia. Peristiwa sejarah yang terjadi di tengah bangsa Indonesia sampai hari ini, hakikatnya merupakan kesinambungan masa lalu yang mana fondasinya sudah dipancangkan kuat oleh para Ulama dan Santri. Dan tidak akan cukup kalau kita menuliskannya dalam lembaran artikel sederhana ini. Setidaknya, gambaran sederhana di atas bisa memantik kesadaran kolektif kita tentang sejarah.
Berikut ini sebuah tulisan yang dibuat oleh Ahmad Zarnuji didalam blognya , mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi referensi bagi generasi-generasi muda.
———————————————————————–
Syekh Maulana Mansyuruddin dikenal dengan nama Sultan Haji, beliau adalah putra Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa (raja Banten ke 6). Sekitar tahun 1651 M, Sultan Agung Abdul Fatah berhenti dari kesutanan Banten, dan pemerintahan diserahkan kepada putranya yaitu Sultan Maulana Mansyurudin dan beliau diangkat menjadi Sultan ke 7 Banten, kira-kira selama 2 tahun menjabat menjadi Sultan Banten kemudian berangkat ke Bagdad Iraq untuk mendirikan Negara Banten di tanah Iraq, sehingga kesultanan untuk sementara diserahkan kepada putranya Pangeran Adipati Ishaq atau Sultan Abdul Fadhli. Pada saat berangkat ke Bagdad Iraq, Sultan Maulana Mansyuruddin diberi wasiat oleh Ayahnya, ”Apabila engkau mau berangkat mendirikan Negara di Bagdad janganlah menggunakan/ memakai seragam kerajaan nanti engkau akan mendapat malu, dan kalau mau berangkat ke Bagdad untuk tidak mampir ke mana-mana harus langsung ke Bagdad, terkecuali engkau mampir ke Mekkah dan sesudah itu langsung kembali ke Banten. Setibanya di Bagdad, ternyata Sultan Maulana Mansyuruddin tidak sanggup untuk mendirikan Negara Banten di Bagdad sehingga beliau mendapat malu. Didalam perjalanan pulang kembali ke tanah Banten, Sultan Maulana Mansyuruddin lupa pada wasiat Ayahnya, sehingga beliau mampir di pulau Menjeli di kawasan wilayah China, dan menetap kurang lebih 2 tahun di sana, lalu beliau menikah dengan Ratu Jin dan mempunyai putra satu.
Selama Sultan Maulana Mansyuruddin berada di pulau Menjeli China, Sultan Adipati Ishaq di Banten terbujuk oleh Belanda sehingga diangkat menjadi Sultan resmi Banten, tetapi Sultan Agung Abdul Fatah tidak menyetujuinya dikarenakan Sultan Maulana Mansyuruddin masih hidup dan harus menunggu kepulangannya dari Negeri Bagdad, karena adanya perbedaan pendapat tersebut sehingga terjadi kekacauan di Kesultanan Banten. Pada suatu ketika ada seseorang yang baru turun dari kapal mengaku-ngaku sebagai Sultan Maulana Mansyurudin dengan membawa oleh-oleh dari Mekkah. Akhirnya orang-orang di Kesultanan Banten pun percaya bahwa Sultan Maulana Mansyurudin telah pulang termasuk Sultan Adipati Ishaq. Orang yang mengaku sebagai Sultan Maulana Mansyuruddin ternyata adalah raja pendeta keturunan dari Raja Jin yang menguasai Pulau Menjeli China. Selama menjabat sebagai Sultan palsu dan membawa kekacauan di Banten, akhirnya rakyat Banten membenci Sultan dan keluarganya termasuk ayahanda Sultan yaitu Sultan Agung Abdul Fatah. Untuk menghentikan kekacauan di seluruh rakyat Banten Sultan Agung Abdul Fatah dibantu oleh seorang tokoh atau Auliya Alloh yang bernama Pangeran Bu`ang (Tubagus Bu`ang), beliau adalah keturunan dari Sultan Maulana Yusuf (Sultan Banten ke 2) dari Keraton Pekalangan Gede Banten. Sehingga kekacauan dapat diredakan dan rakyat pun membantu Sultan Agung Abdul Fatah dan Pangeran Bu`ang sehingga terjadi pertempuran antara Sultan Maulana Mansyuruddin palsu dengan Sultan Abdul Fatah dan Pangeran Bu`ang yang dibantu oleh rakyat Banten, tetapi dalam pertempuran itu Sultan Agung Abdul Fatah dan Pangeran Bu`ang kalah sehingga dibuang ke daerah Tirtayasa, dari kejadian itu maka rakyat Banten memberi gelar kepada Sultan Agung Abdul Fatah dengan sebutan Sultan Agung Tirtayasa.
Peristiwa adanya pertempuran dan dibuangnya Sultan Agung Abdul Fatah ke Tirtayasa akhirnya sampai ke telinga Sultan Maulana Mansyuruddin di pulau Menjeli China, sehingga beliau teringat akan wasiat ayahandanya lalu beliau pun memutuskan untuk pulang, sebelum pulang ke tanah Banten beliau pergi ke Mekkah untuk memohon ampunan kepada Alloh SWT di Baitulloh karena telah melanggar wasiat ayahnya, setelah sekian lama memohon ampunan, akhirnya semua perasaan bersalah dan semua permohonannya dikabulkan oleh Alloh SWT sampai beliau mendapatkan gelar kewalian dan mempunyai gelar Syekh di Baitulloh. Setelah itu beliau berdoa meminta petunjuk kepada Alloh untuk dapat pulang ke Banten akhirnya beliau mendapatkan petunjuk dan dengan izin Alloh SWT beliau menyelam di sumur zam-zam kemudian muncul suatu mata air yang terdapat batu besar ditengahnya lalu oleh beliau batu tersebut ditulis dengan menggunakan telunjuknya yang tepatnya di daerah Cibulakan Cimanuk Pandeglang Banten di sehingga oleh masyarakat sekitar dikeramatkan dan dikenal dengan nama Keramat Batu Qur`an. Setibanya di Kasultanan Banten dan membereskan semua kekacauan di sana, dan memohon ampunan kepada ayahanda Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa. Sehingga akhirnya Sultan Maulana Mansyuruddin kembali memimpin Kesultanan Banten, selain menjadi seorang Sultan beliau pun mensyiarkan islam di daerah Banten dan sekitarnya.
Dalam perjalanan menyiarkan Islam beliau sampai ke daerah Cikoromoy lalu menikah dengan Nyai Sarinten (Nyi Mas Ratu Sarinten) dalam pernikahannya tersebut beliau mempunyai putra yang bernama Muhammad Sholih yang memiliki julukan Kyai Abu Sholih. Setelah sekian lama tinggal di daerah Cikoromoy terjadi suatu peristiwa dimana Nyi Mas Ratu Sarinten meninggal terbentur batu kali pada saat mandi, beliau terpeleset menginjak rambutnya sendiri, konon Nyi Mas Ratu Sarinten mempunyai rambut yang panjangnya melebihi tinggi tubuhnya, akibat peristiwa tersebut maka Syekh Maulana Mansyuru melarang semua keturunannya yaitu para wanita untuk mempunyai rambut yang panjangnya seperti Nyi mas Ratu Sarinten. Nyi Mas Ratu Sarinten kemudian dimakamkan di Pasarean Cikarayu Cimanuk. Sepeninggal Nyi Mas Ratu Sarinten lalu Syekh Maulana Mansyur pindah ke daerah Cikaduen Pandeglang dengan membawa Khodam Ki Jemah lalu beliau menikah kembali dengan Nyai Mas Ratu Jamilah yang berasal dari Caringin Labuan. Pada suatu hari Syekh Maulana Mansyur menyebarkan syariah agama islam di daerah selatan ke pesisir laut, di dalam perjalanannya di tengah hutan Pakuwon Mantiung Sultan Maulana Mansyuruddin beristirahat di bawah pohon waru sambil bersandar bersama khodamnya Ki Jemah, tiba-tiba pohon tersebut menjongkok seperti seorang manusia yang menghormati, maka sampai saat ini pohon waru itu tidak ada yang lurus.
Ketika Syekh sedang beristirahat di bawah pohon waru beliau mendengar suara harimau yang berada di pinggir laut. Ketika Syekh menghampiri ternyata kaki harimau tersebut terjepit kima, setelah itu harimau melihat Syekh Maulana Mansyur yang berada di depannya, melihat ada manusia di depannya harimau tersebut pasrah bahwa ajalnya telah dekat, dalam perasaan putus asa harimau itu mengaum kepada Syekh Maulana Mansyur maka atas izin Alloh SWT tiba-tiba Syekh Maulana Mansyur dapat mengerti bahasa binatang, Karena beliau adalah seorang manusia pilihan Alloh dan seorang Auliya dan Waliyulloh. Maka atas izin Alloh pulalah, dan melalui karomahnya beliau kima yang menjepit kaki harimau dapat dilepaskan, setelah itu harimau tersebut di bai`at oleh beliau, lalu beliau pun berbicara “Saya sudah menolong kamu ! saya minta kamu dan anak buah kamu berjanji untuk tidak mengganggu anak, cucu, dan semua keturunan saya”. Kemudian harimau itu menyanggupi dan akhirnya diberikan kalung surat Yasin di lehernya dan diberi nama Si Pincang atau Raden Langlang Buana atau Ki Buyud Kalam. Ternyata harimau itu adalah seorang Raja/Ratu siluman harimau dari semua Pakuwon yang 6. Pakuwon yang lainnya adalah :
1. Ujung Kulon yang dipimpin oleh Ki Maha Dewa
2. Gunung Inten yang dipimpin oleh Ki Bima Laksana
3. Pakuwon Lumajang yang dipimpin oleh Raden Singa Baruang
4. Gunung Pangajaran yang dipimpin oleh Ki Bolegbag Jaya
5. Manjau yang dipimpin oleh Raden Putri
6. Mantiung yang dipimpin oleh Raden langlang Buana atau Ki Buyud Kalam atau si pincang.
Setelah sekian lama menyiarkan islam ke berbagai daerah di banten dan sekitarnya, lalu Syekh Maulana Manyuruddin dan khadamnya Ki Jemah pulang ke Cikaduen. Akhirnya Syekh Maulana Mansyuruddin meninggal dunia pada tahun 1672M dan di makamkan di Cikaduen Pandeglang Banten. Hingga kini makam beliau sering diziarahi oleh masyarakat dan dikeramatkan.
Keterangan :
- Sultan Agung Abdul Fatah Tirtayasa dimakamkan di kampung Astana Desa Pakadekan Kecamatan Tirtayasa Kawadanaan Pontang Serang Banten.
- Cibulakan terdapat di muara sungai Kupahandap Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang Banten
- Makam Cicaringin terletak di daerah Cikareo Cimanuk Pandeglang Banten
- Ujung Kulon Desa Cigorondong kecamatan Sumur Kawadanaan Cibaliung kebupaten Pandeglang Banten
- Gunung Anten terletak di kecamatan Cimarga Kawadanaan Leuwi Damar Rangkas Bitung
- Pakuan Lumajang terletak di Lampung
- Gunung Pangajaran terletak di Desa Carita Kawadanaan Labuan Pandeglang, disini tempat latihan silat macan.
- Majau terletak didesa Majau kecamatan Saketi Kawadanaan Menes Pandeglang Banten
- Mantiung terletak di desa sumur batu kecamatan Cikeusik Kewadanaan Cibaliung Pandeglang.
- Ki Jemah dimakamkan di kampong Koncang desa Kadu Gadung kecamatan Cimanuk Pandegang Banten.
Kamis, 20 Desember 2012
Jangan Bersedih Aku Selalu Ada Untuk mu
Mungkin hari ini esok atau lusa,cinta kita masih harus bersabar
Karena waktu dan jarak masih menjadi rintangan
Tetapi yakinlah sayangku , cintaku hanya untukmu sampai kapanpun
Jangan engkau hiraukan rasa sepi,kesendirian dan khawatir
Menggoyahkan tiang-tiang cinta kita yg telah kita bina selama ini
Akupun selalu bersedih bila membaca smsmu
kerinduan yg dalam dan tak terbendung
selalu membuatmu tak bisa tidur dan letih
kapan engkau pulang,kapan engkau kembali
Setiap pagi dan malam kau tanyakan…
Sabarlah sayangku,aku pasti kembali
membawa semua kasih dan cintaku,hanya untukmu
Kesetiaanmu,dan kerinduanmu yg dalam adlh semangat untukku
Untuk terus bertahan dalam cinta dan ingin secepatnya teraih keinginan
Agar selalu dapat bersamamu selamanya
Merasakan manisnya cinta dan kasih sayang
Tanpa terpisah jarak,waktu dan siksaan kerinduan.
Karena waktu dan jarak masih menjadi rintangan
Tetapi yakinlah sayangku , cintaku hanya untukmu sampai kapanpun
Jangan engkau hiraukan rasa sepi,kesendirian dan khawatir
Menggoyahkan tiang-tiang cinta kita yg telah kita bina selama ini
Akupun selalu bersedih bila membaca smsmu
kerinduan yg dalam dan tak terbendung
selalu membuatmu tak bisa tidur dan letih
kapan engkau pulang,kapan engkau kembali
Setiap pagi dan malam kau tanyakan…
Sabarlah sayangku,aku pasti kembali
membawa semua kasih dan cintaku,hanya untukmu
Kesetiaanmu,dan kerinduanmu yg dalam adlh semangat untukku
Untuk terus bertahan dalam cinta dan ingin secepatnya teraih keinginan
Agar selalu dapat bersamamu selamanya
Merasakan manisnya cinta dan kasih sayang
Tanpa terpisah jarak,waktu dan siksaan kerinduan.
Renungan Kasihsayang
untuk ibu
yang selalu meneteskan air mata
ketika kau pergi
ingatlah engkau
ketika ibu mu rela tidur tanpa selimut
demi melihatmu tdr dengan 2 selimut
membalut tubuh mu
ingatlah engkau ketika ibumu membalimu dgn jari yg lembut
dan ingtlah ktika airmta mntes dr mata ibu mu
ketika kamu terbaring skit
SESEKALI JENGUKLAH IBUMU
YG SELALU MNANTIKAN KEPULANGANMU DIRUMAH
TEMPAT KAU DLAHIRKAN
KMBALILAH MEMINTA MAV KPD IBU MU YG SLALU \MERINDUKAN SENYUMMU
Jgn biarkn kau khlangan sat-satakan datang
yg akan kau rindukan sat ibumu telah tiada
tak ad lg yg brdiri mnymbut kdtangan kita drmh
yg ada hanya lah kamar yg kosong
tanpa penghuninya
yang hanya adlah baju yg digantung di lemari kamarnya
ta ada lg yg mendoakanmu n meneteskn air mata disetiap hembusan nafassya
kembalilah segera
peluk erat ibu mu yg slalu menyayangi mu
ciumlah kaki ibu mu yg slalu merindukannmu
dan berikan lah yg terbaik di akhir hayatnya.
Selasa, 02 Oktober 2012
Menanti Sebuah Harapan,.....!!!
| www.Ahmad Zarnuji-Bandung 2012 |
Ketika Aku Melangkahkan Kaki Dari Tempatku Mengais Rizki
Meski Tak Lagi ku Pandangi Gemintang yang Mengedip Manja
Aku Yakinkan Disudut Relung Hati ini Ada Sinar Walau Hanya Setitik Cahaya
Suatu Saat Kan Menyinari Gelapan Ruangku
Raga Terasa Tida Lagi Daya
Untuk Menuju Sepetak Bilik Peristirahatanku Saja Sangat Payah ku Rasakan
Entah Kenapa Dalam Hati Ada Keluh yang Tak Kuharap Adanya
Dan perkali ku coba menyingkirkan
Tapi, lagi-lagi ku harus berjuang melawannya
Dengan sisa sedikit tenaga kutapakkan jejak
Meninggalkan segala rasa sia-sia
Berharap didepan sana jalanku akan lebih terang
juga tak goyah walaupun angin menghembus
Lima belas menit berlalu, tibalah akhirnya aku disudut yang mengabadikan tiap tetesan air mata
Juga tiap tawa yang kuramu jadi asa
Dinding-dinding yang melukiskan mimpi
Hangat menyambut kedatanganku
Disinilah tempatku mengukir cinta
Dan cinta yang kubawa kehatapan raja
Semoga harapan itu tak kandas karena lamanya taqwa
Allah,....
Karna aku yakin bahwa tiap hembus nafas
Juga detak jantung engkau memilih yang terbaik untuk ku
Begitu juga dengan setitik cinta yang melekat dihati ini
Semoga tiada yang sia sia.....
Do'a Untuk Ibu
Aku tak tau apa yang harus kuLakukan tanpa dia
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani ku.
DiaLah Ibu,...
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa.
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari mu ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau,........
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku,..
yag tak perah terhingga sampai akhir masa.
dan Aku akan seLaLu menyanyangimu,...
Hingga akhir nafasku.
Do'a mu adalah semangat bagi hidup anak mu ini.
Dia yang seLaLu mengerti aku
Dia yang tak pernah Letih menasehatiku
Dia yang seLaLu menemani ku.
DiaLah Ibu,...
Orang yang seLaLu menjagaku
Tanpa dia aku merasa hampa hidup di dunia ini
Tanpa.nya aku bukanlah apa-apa.
Aku hanya seorang manusia Lemah
Yang membutuhkan kekuatan
Kekuatan cinta kasih dari mu ibu
Kekuatan yang Lebih dari apapun
Engkau sangat berharga bagiku
WaLaupun engkau seLaLu memarahiku
Aku tau,........
Itu bentuk perhatian dari mu
Itu menandakan kau peduLi denganku
Ya Allah,,
BerikanLah kesehatan pada ibuku
PanjangkanLah umur.nya
Aku ingin membahagiakan.nya
SebeLum aku atau dia tiada
Terimakasih Ibu
Atas apa yang teLah kau berikan padaku,..
yag tak perah terhingga sampai akhir masa.
dan Aku akan seLaLu menyanyangimu,...
Hingga akhir nafasku.
Do'a mu adalah semangat bagi hidup anak mu ini.
Rabu, 26 September 2012
Cinta Sejati di Sepanjang Masa
Cinta. Kata yang sederhana namun sarat
makna. Satu rasa yang ada dalam dada setiap manusia. Satu kata dan rasa
yang terkadang terlalu rumit untuk dicari definisinya. Satu rasa yang
banyak dipuja-puja oleh manusia. Terkadang berubahlah ia sebagai berhala
baru yang disembah-sembah, bila manusia salah memaknai cinta. Cinta tak
pernah lepas dari semua lakon dalam panggung kehidupan manusia.Cintalah yang membuat seorang ibu rela menukar nyawa yang dipunya demi bayi mungilnya. Karena cintalah seorang ayah rela bekerja dengan sungguh meski bermandi peluh. Karena cintalah seorang kakak rela berbagi dan melindungi adiknya. itulah bunga cinta yang tumbuh di taman keluarga
Kita bisa belajar cinta dari Rasulullah teladan kita yang mulia, cintalah yang mendorong beliau untuk menolak tawaran malaikat untuk menimbun penduduk Thaif yang telah mendzalimi Beliau. Justru sebaliknya beliau menghujani penduduk Thaif dengan do’a agar Allah melimpahkan ampunan dan hidayah kepada mereka. Karena cinta yang besar kepada Allah yang menjadikan beliau tak pernah lelah untuk menyampaikan risalah dakwah yang beliau emban, meski aral dan rintangan tak pernah berhenti menghadang.Begitu besar pula cinta beliau kepada kita umatnya, sehingga hal yang beliau khawatirkan di ujung akhir usia beliau adalah kita. Disebabkan oleh rahmat Allah dan rasa cinta beliau kepada orang mukmin, tersedia syafa’at sebagai salah satu jalan sebagai pembuka pintu surga. Begitulah cinta Rasulullah, Sudahkah kita sebagai umat beliau menyambut uluran cinta beliau agar cinta sucinya tak bertepuk sebelah tangan.
Cintapun hadir menghiasi kehidupan umat muslim di era kepemimpinan Rasulullah, sejarah mencatat bagaimana agungnya jalinan cinta antara kaum Anshar dan kaum Muhajirin. Disebabkan oleh cintalah, kaum Anshar merelakan separuh dari harta mereka untuk diinfaqkan kepada saudara mereka dari kaum Muhajirin. Karena kaum Anshar meyakini sepenuhnya bahwa ikatan cinta karena ikatan aqidah jauh lebih berharga di mata Rabb mereka. Begitulah bunga cinta yang tumbuh subur karena kokohnya ikatan Aqidah harum mewangi begitu indah.
Dan diatas semua cinta, terdapat cinta yang Maha Luas dari Allah Yang Maha Mencintai. Karena cinta, Allah memberi dua mata kita yang sempurna dalam memandang, mengaruniakan sepasang tangan dan kaki yang berjari lengkap, mampu bergerak sempurna. Tak hanya itu dianugerahkan-Nya pula kepada kita qolbu (hati) yang akan membantu menuntun dan mengontrol diri kita .Hati yang akan bergerak resah ketika diri kita alpa dan lalai dari Nya. Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai tanda cinta dan syukur atas segala nikmatNya. Menjaga pandangan demi kesucian, sebagai tanda syukur atas nikmat bashirah yang diberikanNya. Sudahkah? Menjadikan setiap gerak dari seluruh indra dan setiap bagian dari tubuh kita untuk beribadah kepada Nya. Sudahkah? Meniti langkah di jalanNya dengan tegar mseki duri tersebar di sepanjang jalan serta bekerja keras demi tegaknya dienNya hingga cahayaNya berpenancar menyinari jagad raya. Sudahkah? Sudahkah engkau teteskan peluhmu, mengorbankan waktumu, menginfaqkan hartamu, atau bahkan meneteskan darahmu? Jika belum satupun yang sudah engkau lakukan untuk membuktikan cintamu padaNya,maka tak ada salahnya jika Allah mencabut kembali cintaNya padamu.
Risalah Cinta
Cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi, . . .
Memberi banyak kehidupan, . . .
Membuat orang ingin tahu, . . .
Dan tiap orang pasti mengalami cinta, . . .
Cinta itu keikhlasan, . . .
Cinta itu Kemauan, . . .
Cinta itu saling mengerti, . . .
Cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati, . . .
Jadikan cinta litu indah dihatimu,.... . .
Karena cinta bisa seindah yang
kau mau, . . .
Aku mencintaimu Dalam segala kurang dan lebihmu, . . .
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu, . .
. . . . ,I LOVE U, . . .
Aku mencintaimu Dalam segala kurang dan lebihmu, . . .
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu, . .
. . . . ,I LOVE U, . . .
Kamis, 30 Agustus 2012
| Apa yang akan terjadi dgn Akun FB (Faceb ook) kamu apabila kamu Meninggal dunia? Assalamualaikum.. Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua Mari kita renungkan bersama Pikirkan bersama.. Jika suatu hari nanti kita mati, Akun facebook ini hanya kita yang tau passwordnya.. Hanya kita yang bisa acces.. … Dan..
Selepas kita meninggal
Apa yang terjadi pada akun fb kita..?? Mungkin ada yang akan ucapkan takziah Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu Tetapi.. Sadarkah kita….?? Gambar-gambar kita.. Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur.. Gambar2 yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna Bagaimana nanti…..?? Para lelaki terus menerus melihat. Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman2 kita Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT… Bagaimana…?? Pernah berpikir tidak..?? Lengging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…?? Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…?? mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita Dengan gambar-gambar yang cantik Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA. Tapi di akhirat nanti Semua itu tidak akan membawa arti Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup.. Di alam kubur, semua itu tidak sedikitpun dapat menyelamatkan kita Mari kita bersama-sama renungkan Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi Sampai kita di akhirat. Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan Jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati.. Mati itu pasti.. Persiapkan diri untuk mati itu perlu.. ^^ Semoga Allah swt ridho dengan renungan ini.. Amiiiin… Wassalam,................ |
Kasih Sayang Seorang Ayah
Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang
sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya
merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau
kuliah jauh dari kedua orang tuanya. Akan sering merasa kangen sekali
dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih
sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah
kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu
bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa
bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama
tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu
masih seorang anak perempuan kecil. Papa biasanya mengajari putri
kecilny...a naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa
akan melepaskan roda bantu di sepedamu. Kemudian Mama bilang : "Jangan
dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri
manisnya terjatuh lalu terluka. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan
yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda
dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat
kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama
menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita
beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu
karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua
tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang
terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata:
"Sudah di bilang! Kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama
yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat
itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah
beranjak remaja, Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar
malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi
Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting
pintu. Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah
adalah Mama. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan
menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti
keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang
cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk
menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia ;) Papa
sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di
ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu
mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk
keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu
pulang dengan hati yang sangat khawatir. Dan setelah perasaan khawatir
itu berlarut-larut. Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam
hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu. Sadarkah kamu, bahwa ini
karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa
putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa". Setelah lulus
SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau
Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu
semata-mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti. Tapi, toh Papa
tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan
keinginan Papa. Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi
kuliah dikota lain. Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu
bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum
sambil memberi nasehat ini-itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu
erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut
matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya
syng", Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT. kuat untuk pergi dan
menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester
dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama
dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi
sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan
yang kamu inginkan. Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah :
"Tidak. Tidak bisa!"Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin
mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang". Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya, saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya". Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya..Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita, adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.It`s time
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang". Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin. Karena Papa tahu bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. Dan akhirnya, saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa. Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik. Bahagiakanlah ia bersama suaminya". Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk. Dengan rambut yang telah dan semakin memutih. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya. Papa telah menyelesaikan tugasnya..Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita, adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat. Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis. Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.It`s time
Nasehat Kebaikan Akhirat
Apa yang akan terjadi dgn Akun FB (Faceb ook) kamu apabila kamu Meninggal dunia?
Assalamualaikum..
Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua
Mari kita renungkan bersama
Pikirkan bersama.. Jika suatu hari nanti kita mati,
Akun facebook ini hanya kita yang tau passwordnya..
Hanya kita yang bisa acces..
…
Dan..
Assalamualaikum..
Suatu peringatan sebenarnya bagi kita semua
Mari kita renungkan bersama
Pikirkan bersama.. Jika suatu hari nanti kita mati,
Akun facebook ini hanya kita yang tau passwordnya..
Hanya kita yang bisa acces..
…
Dan..
Selepas kita meninggal
Apa yang terjadi pada akun fb kita..??
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah
Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu
Tetapi..
Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita..
Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur..
Gambar2 yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna
Bagaimana nanti…..??
Para lelaki terus menerus melihat.
Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada
SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…
Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Lengging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…??
mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita
Dengan gambar-gambar yang cantik
Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.
Tapi di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa arti
Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup..
Di alam kubur, semua itu tidak sedikitpun dapat menyelamatkan kita
Mari kita bersama-sama renungkan
Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi
Sampai kita di akhirat.
Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan
Jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati..
Mati itu pasti..
Persiapkan diri untuk mati itu perlu.. ^^
Semoga Allah swt ridho dengan renungan ini..
Amiiiin…
Wassalam,................
Apa yang terjadi pada akun fb kita..??
Mungkin ada yang akan ucapkan takziah
Mungkin ada yang selalu menjenguk bagi obat rindu
Tetapi..
Sadarkah kita….??
Gambar-gambar kita..
Akan terus membuat kita tersiksa di Alam kubur..
Gambar2 yang tidak ditutupi auratnya dengan sempurna
Bagaimana nanti…..??
Para lelaki terus menerus melihat.
Dan kadang ada gambar kita yang di tag-kan ke teman2 kita
Walaupun sudah bertahun-tahun kita mati, gambar itu terus ada
SAHAM DOSA TERUS MENINGKAT…
Bagaimana…??
Pernah berpikir tidak..??
Lengging dan jeans ketat, bisakah menyelamatkan kita…??
Baju yang tidak membalut aurat itu, bagaimana…??
mungkin kini kita masih merasa tak sabar ingin berbagi cerita
Dengan gambar-gambar yang cantik
Tempat-tempat yang sudah kita lewati di muka bumi-NYA.
Tapi di akhirat nanti
Semua itu tidak akan membawa arti
Semua hanya tinggal kenangan bagi yang masih hidup..
Di alam kubur, semua itu tidak sedikitpun dapat menyelamatkan kita
Mari kita bersama-sama renungkan
Saham dosa yang terus meningkat walau setelah ketiadaan kita di muka bumi
Sampai kita di akhirat.
Tutupilah auratmu sebelum auratmu ditutupkan
Peliharalah dirimu sebelum dirimu di kafankan
Jagalah harga diri sebagai seorang muslim sejati..
Mati itu pasti..
Persiapkan diri untuk mati itu perlu.. ^^
Semoga Allah swt ridho dengan renungan ini..
Amiiiin…
Wassalam,................
Jumat, 17 Agustus 2012
Rabu, 15 Agustus 2012
Selamanya Kamu Selamanya Cinta
matahari masih sanggup menyinari
rembulan masih sanggup menerangi gelapnya malam
deburan ombak masih mengiringi irama pantai
sama seperti aku yang sampai detik ini masih setia bersama mu
namun jangan siakan hadir ku sayang …
karena aku tak akan selamanya disini bersamamu …
aku makhluk …
aku hanya titipan Tuhan…
belajarlah sayang …
belajar cintai aku apa adanya ….
belajar pahami semua kekurangan ku ….
jangan sakiti aku ….
karena cinta …
cinta ku utuh selamanya untuk mu ….
karena cinta …
cinta ku satu yaitu kamu …
rembulan masih sanggup menerangi gelapnya malam
deburan ombak masih mengiringi irama pantai
sama seperti aku yang sampai detik ini masih setia bersama mu
namun jangan siakan hadir ku sayang …
karena aku tak akan selamanya disini bersamamu …
aku makhluk …
aku hanya titipan Tuhan…
belajarlah sayang …
belajar cintai aku apa adanya ….
belajar pahami semua kekurangan ku ….
jangan sakiti aku ….
karena cinta …
cinta ku utuh selamanya untuk mu ….
karena cinta …
cinta ku satu yaitu kamu …
Jumat, 04 November 2011
Cintakah kau
Kehadiran cinta dalam jiwaku tak sanggup kulukiskan dengan kata-kata
Cinta hadir bersama getaran dalam jiwaku dan mengalirnya airmataku
Pencarianku tentang cinta,sudah membuat hatiku resah dan bahagia.
Namun hingga kini aku masih belum mengerti arti kedekatanku pada cinta
Kau bilang cinta tapi kau tidak setia
Namun cinta sudah menggetarkan jiwa dan menguras air mata
Banyak hal yang sudah kulepaskan untuk cinta
Walau semua itu belum cukup untuk menggapainya
Bagai keledai bodoh,lagi-lagi aku belum sanggup untuk memahami cinta
Air mata mengalir mendengar cinta
Kerinduan yg tak terlukiskan datang mendera
Hatipun bergetar menjadi gelisah
Betapa aku tak sanggup menterjemahkannya
Aku hanya bisa bersimpuh padaNya
Agar cinta benar-benar ada
Cinta hadir bersama getaran dalam jiwaku dan mengalirnya airmataku
Pencarianku tentang cinta,sudah membuat hatiku resah dan bahagia.
Namun hingga kini aku masih belum mengerti arti kedekatanku pada cinta
Kau bilang cinta tapi kau tidak setia
Namun cinta sudah menggetarkan jiwa dan menguras air mata
Banyak hal yang sudah kulepaskan untuk cinta
Walau semua itu belum cukup untuk menggapainya
Bagai keledai bodoh,lagi-lagi aku belum sanggup untuk memahami cinta
Air mata mengalir mendengar cinta
Kerinduan yg tak terlukiskan datang mendera
Hatipun bergetar menjadi gelisah
Betapa aku tak sanggup menterjemahkannya
Aku hanya bisa bersimpuh padaNya
Agar cinta benar-benar ada
Langganan:
Postingan (Atom)









